MAKALAH FILSAFAT
TENTANG "ILMU"
Mata kuliah filsafat ilmu
Dosen pengampu:
Ansor bahary, MA.
Disusun oleh:
Ichwan Ma’rifatullah
NIM: 191410036
Ibnu Agung
Handoyo
NIM: 191410034
Haikal Hamdi
Alrasyid
NIM: 191410030
JURUSAN
ILMU AL QUR’AN DAN TAFSIR (IAT)
INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL QUR’AN (PTIQ) JAKARTA
KATA PENGANTAR
Segala
puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia, sehingga kita dapat merasakan iman dan
islam.
Sholawat
beserta salam tetap terlimpahkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang membawa
kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yakni dengan
adanya agama islam.
Tidak
lupa mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof.
Dr. Nasaruddin Umar M.Ag selaku rektor institut PTIQ Jakarta yang telah
menyediakan berbagai fasilitas belajar kampus.
2. Ustadz
Ansor bahary, MA. selaku dosen pengampu yang telah memberikan pengarahan yang
sangat berarti bagi penyusunan makalah ini.
3. Rekan-rekan
yang telah membantu hingga selesainya makalah ini.
Penyusun
menyadari bahwan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karna itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan dan
pengembangan makalah ini.
Demikian
makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.
Jakarta, 14 september 2020
Penulis
DAFTAR ISI
D. Cara Atau Metode Perolehan Ilmu
E. Struktur Dan Klasifikasinya
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Semua
manusia pasti membutuhkan ilmu. ilmu adalah salah satu buah dari pemikiran
manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada dirinya. Ilmu juga bisa
dijadikan alat ukur kualitas seseorang. Mengapa demikian, karena manusia dalam
menjalani kehidupan pasti berlandaskan pada ilmu. Baik dalam sektor keagamaan
atau sosial.
Diera
sekarang ini, tentu ilmu sudah banyak mengalami perkembangan. disebabkan
banyaknya peristiwa atau permasalahan baru yang belum pernah terjadi dimasa
sebelumnya. Contoh konkrit adalah ilmu teknologi yang kita ketahui bersama
begitu cepatnya perkembangan teknologi. Disisi lain ada juga perkembangan
tentang ilmu agama, Timbul ikhtilaf pendapat tentang permasalahan baru diera
sekarang.
Sebelum
mempelajari perkembangan ilmu terkini, akan lebih baik jika kita mempelajari
pengertian ilmu terlebih dahulu. Sejak sekolah dasar kita sudah digemuli dengan
ilmu. Namun apakah kita sudah mengerti apa makna dari kata ilmu itu sendiri.
Oleh karna itu, kami menyusun makalah ini yang akan menguak apa pengertian ilmu
serta hal-hal yang berkaitan dengan ilmu.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian ilmu ?
2. Jelaskan
sifat dan objek kajian ilmu?
3. Jelaskan
cara atau metode perolehan ilmu?
4. Jelaskan
struktur dan klasifikasi ilmu?
C.
Tujuan
1. Memahami pengertian
ilmu
2. Mengetahui
sifat dan objek kajian ilmu
3. Memahami
cara atau metode perolehan ilmu
4. Mengetahui
struktur dan klasifikasinya
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ilmu
Secara
etimologi ilmu berasal dari bahasa arab. Masdar dari ‘alima-ya’lamu yang berarti “tahu” atau “mengetaui”.
Sedangkan
secara terminologi ilmu diartikan sebagai “idroku
syai bihaqiqotih” (mengetahui sesuatu secara hakiki).[1]
Ilmu
adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode. Metode tertentu yang daoat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala
tertentu dibidang (pengetahuan) itu.
B.
Objek Kajian Ilmu
Objek
studi filsafat ilmu terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah
subnatif yang berarti “kenyataan dan kebenaran”. Dan kelompok kedua adalah
instrumentatif yang berarti “logika dan konfirmasi”.[2]
Kenyataan
dan kebenaran adalah suatu kejadian, peristiwa, atau keadaan yang dapat
dihayati dan disaksikan secara langsung oleh manusia. Misalkan seorang ahli
atau peneliti menyaksikan bagaimana kehidupan bawah laut, pertumbuhan manusia
dan tanaman. Maka dari semua yang disaksikan langsung tadi lahirlah ilmu
biologi.
Logika
dan konfirmasi adalah objek kedua dari ilmu. Dimana logika dalam kata lain
berarti raamalan atau prediksi. Dengan kata lain ilmu didapat dari sebuah
prediksi. Seperti misalnya BMKG yang memprediksi datangnya gempa atau tsunami.
Lalu ada juga konfirmasi yang berarti memberikan
pemahaman dalam pemaknaan. Dimana ilmu juga berfungsi untuk memberikan
informasi berupa pemahaman dan pemaknaan sebagai konfirmasi bahwa ilmu itu
benar adanya bagi para penuntut ilmu tersebut.
C.
Sifat Ilmu
Salah
satu sifat dari ilmu adalah dimana ilmu itu harus bersifat “rasional”. Artinya
ilmu tersebut harus mempunyai sifat kegiatan berfikir yang ditundukkan pada
logika dan penalaran. Rasional juga berarti tersistem atau sistematis yang
kompleks dan konsepsional.
Empiris juga
sifat lain dari ilmu. Dimana empiris berarti kesimpulan atau konklusi ilmu
pengetahuan yang sesuai dengan pemikiran atau verivikasi indra manusia.
D.
Cara Atau Metode Perolehan Ilmu
Beberapa
cara dalam perolehan ilmu adalah:
1. Empirisme:
berarti pengalaman, lalu menurut aliran ini, manusia memperoleh ilmu melalui
pengalamannya.
2. Rasionalisme:
dalam aliran ini ilmu berasal atau diperoleh dari akal atau pengetahuan.
3. Instusionisme:
berarti “langsung melihat”. Dalam aliran ini mereka berpendapat ilmu berasal
dari dalam diri kita.
4. Wahyu
allah: berarti pengetahuan yang disampaikan oleh allah kepada manusia dengan
perantara para nabi. Seperti halnya kitab-kitab yang diwahyukan kepada para
nabi.
E.
Struktur Dan Klasifikasinya
Ilmu
juga memiliki beberapa struktur dan klasifikasi. Beberapa struktur dari ilmu
adalah:
1. Pengertian
ilmu
Setiap
ilmu pasti memiliki pengertian atau definisi. beserta apa saja yang dibahas
atau apa yang menjadi objek pembahasan didalamnya.
2. Fungsi
ilmu
Setiap
ilmu pasti memiliki fungsi untuk membantu dan memudahkan manusia dalam hal-hal
tertentu sesuai dengan ilmunya masing-masing.
3. Teori
Teori
menjadi struktur ilmu karena ia merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup
penjelasan sesuatu dari sebuah disiplin keilmuan.
4. Proposisi
Proposisi
adalah berbagai keterangan mengenai obyek sebenarnya yang dituangkan dalam
pernyataan-pernyataan mengenai apa yang perlu atau sebaiknya dilakukan dalam
obyek dari ilmu tersebut.
Dan
jika ilmu diklasifikasikan dalam 2 kondisi, seperti para filosof muslim yang
membedakan ilmu pada ilmu yang tak berguna.
Kategori
ilmu yang berguna yaitu mereka memasukan ilmu-ilmu duniawi. seperti kedokteran,
fisika, geografi dll. Lalu ilmu yang tak berguna yaitu mereka memasukkan ilmu sihir,
alkemi, numerology (ilmu nujum dengan menggunakan bilangan).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang
yang disusun secara bersistem menurut metode. Metode tertentu yang dapat
digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
2. Objek studi
filsafat ilmu terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah
subnatif yag berarti “kenyataan dan kebenaran”. Dan kelompok kedua adalah
instrumentatif ynaag berarti “ logika dan konfirmasi”.
3. Ada beberapa cara dalam perolehan ilmu
adalah:
- Empirisme
- Rasionalisme
- Instusionalisme
- Wahyu Allah
DAFTAR PUSTAKA
bakhtiar, a. (2000). filsafat ilmu. jakarta: PT
grafindo persada.
muhajir, n. (1998). filsafat
ilmu; telaah sisematis, fungsional komparatif. yogyakarta: rake sarasin.
suriasumantri, j. s. (1984). filsafat
ilmu; sebuah pengantar populer. jakarta: sinar harapan.
Refrensiagama.blogspot.com ;
10:30

0 Komentar