FILSAFAT ILMU ( MAKALAH FILSAFAT )

 

MAKALAH

"FILSAFAT ILMU"

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu : Ansor Bahary, MA.

 

 



 

 

Disusun oleh

 

Ahmad Fadhli                         (191410009)

Ahmad Shofa                          (191410013)

Fajar Hanafi Hasibuan            (191410024)

 

 

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURAN JAKARTA

FAKULTAS USHLUHUDDIN

JURUSAN ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR

TAHUN AKADEMIK 2020-2021

 


KATA PENGANTAR

 

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang-benderang. Makalah ini berisi tentang pengertian, sejarah dan perkembangan, cakupan permasalahan atau objek kajian, fungsi, arah tujuan Filsafat Ilmu, dan perbedaan dan jalinan hubungan antara filsafat dan ilmu. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dari susunan kalimat, tata bahasa, maupun format makalah. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kedepannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 13 September 2020

 

Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

BAB I PENDAHULUAN

       Latar Belakang.................................................................................        4

       Rumusan Masalah............................................................................        4

BAB II PEMBAHASAN

       Pengertian Filsafat Ilmu...................................................................        5

       Sejarah dan Perkembangan Filsafat Ilmu.........................................        6

       Objek Kajian Filsafat Ilmu...............................................................        7

       Fungsi dan Arah Filsafat Ilmu.........................................................        8

       Perbedaan dan Hubungan antara Filsafat dan Ilmu.........................        8

BAB III PENUTUP

       Kesimpulan.......................................................................................      10

       Daftar Pustaka..................................................................................      11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.    PENDAHULUAN

 

a.         Latar Belakang

Di dalam diri manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan peradaban kehidupan manusia ini merupakan bentuk desakan baik terkandung dalam potensi-potensi kejiwaan (spiritual) yang menentukan bgi esensi (diri) dan eksistensi (keberadaan) manusia itu sendiri.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk pencari kebenaran. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada, tetapi selalu mencari dan mencari kebenaran yang sesungguhnya dengan bertanya-tanya untuk mendapatkan jawaban. Namun setiap jawaban-jawaban tersebut juga selalu memuaskan manusia. Ia harus mengujinya dengan metode tertentu untuk mengukur apakah yang dimaksud disini bukanlah kebenaran yang bersifat semu, tetapi kebenaran yang bersifat ilmiah yaitu kebenaran yang bisa diukur dengan cara-cara ilmiah.  

Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang sering terkait, baik secara subnominal mapun hisfories karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Menurut Lewis White Beck, filsafat ilmu bertujuan membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan nilai dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

Pembahasan filsafat ilmu sangat penting karena akan mendorong manusia agar lebih berpikir secara kreatif dan inovatif. Filsafat ilmu dapat memberikan pandangan yang lebih luas terhadap suatu masalah sekaligus dapat memberi nilai-nilai moral didalamnya.

Untuk itulah penulis mencoba memaparkan penjelasan mengenai filsafat ilmu sehingga diharapkan para pembaca dapat memahami pentingnya filsafat ilmu dalam kehidupan.

b.    Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian filsafat ilmu?

2.    Bagaimana sejarah dan perkembangan filsafat ilmu?

3.    Apa saja cakupan permasalahan (objek kajian) filsafat ilmu?

4.    Apa fungsi dan arah tujuan filsafat ilmu?

5.    Apa perbedaan dan jalinan hubungannya terhadap filsafat dan ilmu?

 

 

II.     PEMBAHASAN

 

A.       PENGERTIAN FILSAFAT ILMU

 

Filsafat ilmu adalah ikhtiar manusia untuk memahami pengetahuan agar menjadi bijaksana. Dengan filsafat ilmu keabsahan atau cara pandang yang bersifat ilmiah. Filsafat ilmu adalah filsafat yang menelusuri dan menyelidiki sedalam dan seluas mungkin segala sesuatu mengenai semua ilmu. Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu.[1]

Menurut The Liang Gie, filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyatkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dan kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu.[2]

Sehubung dangan pendapat tersebut bahwa filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan, objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan yang lama. Pengetahuan yang lama akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.

Menurut Koento Wibisono, Filsafat dari satu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakikat dari sesuatu yang ada yang dijadikan objek sasarannya, sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu dari cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri.[3]

       Jadi dapat kita ketahui bahwa filsafat ilmu adalah ilmu yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan hakikatnya yang kedudukannya berada di atas ilmu lainnya dan berubah mengikuti perkembangan zaman.

 

 

 

 

 

B.       SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU

 

Berikut ringkasan karastesitik sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

1.    Abad Klasik (Yunani)

a.    Klasisifikasi ilmu Aristoteles

Ilmu-ilmu terapan ; ilmu-ilmu praktis (etik dan politik); ilmu-ilmu teoritis (filsafat, ilmu alam, dan matematika)

b.    Sains bercorak kosmosentris dan antroposentris

 

2.    Abad Pertengahan

a.    Kebenaran ilmu berada di bawah kekuasaan gereja/hamba teologi

b.    Ilmu bercorak teosentris, aktivitas ilmiah dan ilmu berkembang berada pada kendali atau pengarah pada Yang Transendental. Misalnya ibn Sina menulis at-Tib, kedokteran, atau Ibn Khaldun menulis Muqaddimah, dan seterusnya.

c.    Metode Istiqra’ dan Logika Qiyas

 

3.    Abad Modern

a.    Metode observasi, eksperimentasi, induksi dan komparasi

b.    Jargon Knowledge is Power

c.    Belenggu Positivisme

d.   Mengagungkan objektivitas dan sains bebas nilai

e.    Ilmu bercorak antroposentris, ideologis, ahistoris, dan memisahkan antara teori dan praktis

 

4.    Abad Kontemporer

a.    Menggugat metode ilmiah ilmu

b.    Keterkaitan antara ilmu dengan sejarah yang memunculkan sains feminis, sains marxis dan lain-lain

c.    Deligitimasi pengetahuan ilmiah

d.   Gagasan interkonektas (hubungan kritis) keilmuan (dialog antarumpun keilmuan)[4]

 

 

 

 

C.       OBJEK KAJIAN FILSAFAT ILMU

 

1.    Ontologi

Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani, To On Hei On,kata On merupakan bentuk netral dari Oon, dengan bentuk negatifnya ontos,artinya “yang-ada seabagai yang-ada” (a being as being).

Secara istilah ontologi dapat kita defenisikan dengan Ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata ini dan bagaimana keadaan sebenarnya.

Objek material dari ontologi   adalah segala yang ada.dari segi formal, hal-hal tersebut bukan ditinjau menurut aspek tertentu,bukan pula sekedar dari aspek manusia,dunia dan Tuhan semata,namun berdasarkan ‘sifat atau hal mengadanya”.[5]

Ontologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling menyeluruh. Penyelidikan ontologi merupakan segala pertanyaan dan penelitian lainnya yang bersifat lebih persial.ontologi merupakan konteks dari keseluruhan konteks,cakrawala yang merangkul semua cakrawala. oleh karena itu,ontologi bercorak total dan memiliki ciri paling kongkrit.

Ontologi merupakan bagian yang terkenal sekarang. Namun ontologi tidak serta merta menjadi sebuah bagian dari ilmu filsafat.

Ontologi mengalami perembangan yang lambat untuk menjadi sebuah bidang ilmu yang lengkap. Perlahan namun pasti,ontologi mendapat otonomi sebagai bagian dari filsafat,dan di bedakan dari soal ketuhanan.

2.    Epistemologi

Secara istilah “epistemologi” berasal dari kata Yunani, episteme = pengetahuan dan logos = pikiran,ilmu. kata episteme tersebut dalam  bahasa yunani merupakan kata kerja epistamai artinya kedudukan,menempatkan dan meletakkan. Maka secara harfiyah episteme berarti pengetahuan sebagai upaya intelektual “ menempatkan sesuatu sesuai kedudukannya” namun istilah epistemologi lebih diartikan sebagai teori tentang pengetahuan.dan dapat diartikan juga bahwa Epistemologi merupakan pengetahuan dari ilmu pengetahuan.

Adapun  kajian dari epistemologi yaitu :

·      Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan(ilmu)

·      Hal yang diperhatiakan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.

·      Dan apa yang di sebut kebenaran.

Dan adapun objeknya yaitu :

·      Mempertanyakan bagaimana sesuatu datang

·      Bagaimana kita mengetahuinya

·      Dan bagaimana kita membedakannaya

3.    Aksiologi

Secara bahasa aksiologi berasal dari bahasa yunani juga yaitu “axios” artinya Nilai. Dan “logos” artinya teori/materi.dan secara istilah Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai,yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.

 

D.       FUNGSI DAN ARAH TUJUAN FILSAFAT ILMU

Adapun manfaat atau fungsi filsafat ilmu itu tiada lain mengasah belajar cara berfikir,karena berfikir termasuk kebutuhan dasar,dengan mempelajarinya akan menuntun cara berfikir dengan tepat,benar dan valid dalam hidup.

Kemampuan berfikir filosofis memiliki kegunaan yang luar biasa dalam berbagai situasi.hal ini disebabkan dalam hampir semua aspek kehidupan, kita dituntut untuk mengambil keputusan, memilih, merumuskan atau mencari dasar terbaik dari berbagai kemungkinan hidup yang ingin kita wujudkan. filsafat dibutuhkan dalam bidang kehidupan yang membutuhkan kemampuan berfikir jernih,kritis inovatif dan sejenisnya.

Adapun arah tujuan dari filsafat ilmu adalah:

·         Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah.

·         Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan.

·         Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan, setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan rasional agar dapat dipahami dan digunakan secara umum.[6]

 

E.        Perbedaan dan Hubungan antara Filsafat dan Ilmu

Menurut KBBI, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, sedangkan filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Filsafat dan ilmu mempunyai kesamaan, yaitu merupakan pengetahuan. Tetapi perbedaannya adalah filsafat berhubungan dengan hakikat (dasar) atau bisa dibilang sebagai asal dari pengetahuan tersebut, sedangkan ilmu adalah hasil dari pengetahuan.

Obyek material (lapangan) filsafat bersifat universal, yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan obyek material ilmu bersifat khusus dan empiris (berdasarkan pengalaman). Maksud dari kalimat ini adalah ilmu hanya terfokus dalam bidang-bidang tertentu sehingga lebih spesifik, dan bersifat kaku, seperti alam dan segala kejadiannya, sedangkan filsafat memiliki objek yang lebih luas karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada yang dikaji secara mendalam dan mendasar, seperti asal-usul manusia.

Perbedaan yang lainnya yaitu filsafat dilaksanakan dalam suasana yang kritis dan daya spekulasi, sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial dan error. Oleh karena itu nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat terletak pada nilainya.

Filsafat merupakan suatu disiplin ilmu yang dapat dipergunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Filsafat dapat menjawab semua pertanyaan yang tidak dijawab oleh pancaindera. Orang yang berfilsafat akan selalu mempunyai pemikiran yang dalam tentang suatu yang ada dan terjadi di muka bumi ini. Filsafat selalu beriringan dengan ilmu pengetahuan, karena semua ilmu pengetahuan yang didapat tidak lepas dari adanya filsafat. Tetapi tidak semua pengetahuan bisa dikatakan ilmu. Filsafat dan ilmu mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Maka dari itu, filsafat dan ilmu tidak dapat dipisahan dalam mempelajari sesuatu yang ada di muka bumi ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III.           PENUTUP

 

KESIMPULAN

Filsafat ilmu adalah filsafat yang menelusuri dan menyelidiki sedalam dan seluas mungkin segala sesuatu mengenai semua ilmu. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan yang lama.

 

Perkembangan filsafat ilmu dimulai dari abad klasik, lalu dilanjut dengan abad pertengahan, abad modern, dan abad kontemporer. Objek kajian filsafat ilmu meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Manfaat atau fungsi filsafat ilmu itu tiada lain mengasah belajar cara berfikir,karena berfikir termasuk kebutuhan dasar,dengan mempelajarinya akan menuntun cara berfikir dengan tepat,benar dan valid dalam hidup.

 

Filsafat dan ilmu mempunyai kesamaan, yaitu merupakan pengetahuan. Tetapi perbedaannya adalah filsafat berhubungan dengan hakikat (dasar) atau bisa dibilang sebagai asal dari pengetahuan tersebut, sedangkan ilmu adalah hasil dari pengetahuan. Filsafat selalu beriringan dengan ilmu pengetahuan, karena semua ilmu pengetahuan yang didapat tidak lepas dari adanya filsafat. Tetapi tidak semua pengetahuan bisa dikatakan ilmu. Filsafat dan ilmu mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Maka dari itu, filsafat dan ilmu tidak dapat dipisahan dalam mempelajari sesuatu yang ada di muka bumi ini.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nasution, Ahmad Taufik. 2016. Filsafat Ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan. Yogyakarta: Deepublish.

Gie, The Liang. 1999. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Ilmu

Wibisono, Koento. 1997. Filsafat Ilmu. Klaten: Intan Pariwara

Anas, Muhammad & Ilhammudin Nukman. 2018. Filsafat Ilmu : Orientasi Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis Keilmuan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mustansyir, Rizal & Misnal Munir. 2001. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

 

 

                                                                                         



[1] Ahmad Taufik Nasution , Filsafat ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan, Yogyakarta; DEEPUBLISH, 2012, h.8

[2] The Liang Gie, Pengantar Filsafat Ilmu, Yogyakarta; Pustaka Ilmu, 1999, h.14

[3] Keonto Wibisono, Filsafat Ilmu, Klaten; Intan Pariwara, 1997, h.47

[4] Ahmad Taufik Nasution , Filsafat ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan, Yogyakarta;   DEEPUBLISH, 2012, h.20

[5] Muhammad Anas, Ilhamuddin Nukman, Filsafat Ilmu;Orientasi Ontologis,Epistemologis,dan Aksiologis Keilmuan, Bandung;Remaja Rosdakarya,2018, h.21-22

[6] Rizal Mustansyir dan Misnal Munir, Filsafat Ilmu, h.52

Posting Komentar

0 Komentar